BANDUNG (bisnis-jabar.com): Perusahaan biofuel asal Malaysia Bio Oil National (Bionas) menargetkan dapat mendirikan 1.000 pabrik pengolahan buah jarak sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Grup Executive Chairman Bionas, Dato’Seri Mohd Safi’e M Jafri, mengatakan Bionas sudah memiliki tiga pabrik di Indonesia. Lokasinya berada di wilayah Sumatera Selatan, yaitu Muara Enim dan Kayu Agung, serta Madura di daerah Pamekasan.
Dia mengatakan investasi yang dikeluarkan untuk setiap pabrik mencapai US$39.000. “Kami ingin menawarkan setiap desa di Indonesia memiliki satu buah pabrik pengolahan,” katanya setelah sosialisasi penanaman dan pembelian hasil jarak pagar di Graha Kadin Kota Bandung, hari ini.
Bionas saat ini sudah mengembangkan budidaya buah jarak di sembilan provinsi yang tersebar di Indonesia. Budidaya tersebut sudah dilakukan oleh lebih dari 2.000 petani.
“Di Malaysia, sudah ada sekitar 2.000 petani yang mengembangkan tanaman jarak. Di Indonesia ini pun jumlahnya tidak jauh dari itu,” katanya.
Menurutnya, pengembangan usaha ini dilakukan karena kebutuhan pasar yang cukup berpotensi tinggi. Saat ini Bionas sudah memasarkan 15 produk bahan bakar ramah lingkungan ke 13 negara di seluruh dunia.
“Pasar kami ada di Middle east dan Eropa. Sekarang kami juga sudah mengembangkan usaha di 13 negara,” katanya.
Dalam setahun Bionas dapat memproduksi 85 juta ton minyak. Dengan pengembangan di Indonesia, pihaknya menargetkan dapat meningkatkan produksi sebanyak 7-10% per tahun. (MSU)
sy uda bertanam pohon jarak,tapi setelah panen tak pernah sekalipun ada pembeli buah jarak mungkin hax bualan