MEDALI PON RIAU: DKI Mulai Jauhi Jabar

PEKANBARU — Kontingen DKI Jakarta memimpin perolehan medali dan mulai memperbesar jarak dengan Jabar, namun persaingan merebut gelar juara umum PON XVIII/2012 bakal berlangsung hingga menjelang penutupan karena ketatnya persaingan.

Hingga pertandingan hari ke-10 Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 Riau, Senin, DKI mengantongi 89 medali emas, atau unggul delapan emas di atas Jabar.

Jatim yang mengantongi 77 emas, masih berpeluang setidaknya untuk meraih peringkat dua arena masih menempatkan atletnya pada sejumlah cabang yang akan memasuki babak final Rabu dan Kamis.

Perolehan emas DKI lebih merata di sejumlah cabang, di antaranya pada biliar, senam aerobik (dua emas), golf (2), renang indah (2), sofbol putra dan kempo.

Sementara itu Jabar tampil gemilang di cabang pencak silat dengan memboyong empat medali emas.

Tambahan bagi Jabar juga melalui cabang gantole di venue Bandara Pinang Kampai kota Dumai. Jawa Barat berhasil sapu bersih dua medali emas pada nomorlomba sambar Pita dan Ketepatan Mendarat Kelas A dan B.

Jatim, juara umum PON 2012, juga memenangi sejumlah pertandingan final Selasa, sehingga tidak tertinggal jauh dari Jabar dan DKI.

Di antaranya Jatim menguasai cabang balap sepeda setelah tim putrinya perkasa di nomor “Team Time Trial” (TTT)

Hari Rabu tercatat ada enam pertandingan final yang melibatkan DKI, Jabar, dan Jatim, sehingga hasilnya nanti sangat menentukan siapa yang meraih juara umum PON 2012 ini.

Di antaranya pada cabang bulutangkis ganda campuran, Jabar berpeluang meraih emas jika pada final Rabu Ricky Karanda-Richi Puspita Dili dapat mengalahkan pasangan Jateng Tontowi Ahmad-Debby Susanto.

Di cabang tenis, DKI Jakarta mengamankan medali emas tenis tunggal putri setelah menempatkan dua petenisnya, Aldila Sutjiadi dan Vonny Darlina, di final.

DKI dan Jabar akan bersaing memperebutkan emas pada cabang squash beregu putri setelah masing-masing memenangi pertandingan semifinal.

Hari Rabu (19/9), Jatim dan Jabar akan memperebutkan emas pada final bola voli. Pertemuan dua tim unggulan Jatim dengan Jabar di partai final bola voli indoor sudah diprediksi sejak awal, karena kekuatan keduanya di atas enam tim peserta lainnya.

Riau naik

Hari ke-10 atau dua hari menjelang penutupan PON, menjadi ajang unjuk prestasi bagi atlet-atlet tuan rumah Riau.

Riau menambah lima medali emas untuk naik ke posisi empat yang sebelumnya ditempati Jawa Tengah.

Pada cabang dayung yang menyelesaikan pertandingan hari terakhir, Selasa, Riau melengkapi dominasinya dengan meraih medali emas nomor 250 meter dragon boat.

Total dari cabang ini Riau meraih tujuh medali emas, lima perak, dan delapan medali perunggu. Emas tambahan lainnya bagi Riau didapat dari cabang panjat tebing.

Naiknya Riau juga karena Jateng hari Selasa tidak berhasil menambah perbendaharaan medali emas. Jateng hanya mendapat 10 medali perak dan enam medali perunggu.

Jateng bahkan disusul oleh Kaltim yang naik ke urutan lima setelah menambah lima emas. Kaltim sukses merebut emas pada cabang angkat berat (2) dan panahan, kempo dan panjat dinding.

Kaltim yang ketika menjadi tuan rumah PON tahun 2008 meraih peringkat umum ketiga, kali ini mengincar posisi lima besar.

“Posisi lima dan enam besar bagi Kaltim adalah peringkat sangat realistis, meskipun pada PON XVII-2008 di Kaltim, kita mencapai posisi yang monumental serta fenomenal di tiga besar, setelah Jatim dan DKI Jakarta,” kata Umum KONI Kaltim Harbiansyah Hanafiah di Pekanbaru.

Sementara itu sejumlah cabang olahraga sudah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingannya Selasa, di antaranya gulat, pencak silat, angkat berat.(Antara/yri)

Tag Terkait

Berikan Komentar

Email anda tidak akan ditampilkan.

*


*

               
© 2010-2013 Bisnis Indonesia Jawa Barat